Edola Burger, Rajanya Burger ala I Nyoman Londen

Tuesday, March 28, 2006

Profile Nyoman Londen

Berikut adalah profile Nyoman Londen yang disummary oleh Ibu Lies Sudianti (owner mailing list PROFEC) dari buku Nyoman Londen "Siapa Berani Jadi Pengusaha", beliau menyiapkan tulisan ini sebagai persiapan seminar Entrepreneur yg diadakan PROFEC dimana Nyoman Londen bertindak sebagai salah satu pembicaranya.

I Nyoman Londe seorang putra Bali lahir di Batur Kintamani Bali 17 Mei 1963 dan sudah menjadi anak yatim semenjak usia 5 tahun. Lahir dari keluarga yang sangat sederhana membuat dirinya dan saudara saudaranya harus bekerja keras untuk membantu keluarganya. Untuk menyelesaikan pendidikan formalnya yang hanya sampai SMA dia harus pandai pandai mencari jalan agar sekolahnya bisa tuntas. Setelah lulus dia coba mengadu nasib di Jakarta. Segala bentuk pekerjaan sudah dilakoninya dari penjaga kebun, cuci mobil, kenek omprengan dijalaninya dengan ikhlas dan sungguh sungguh demi tidak merepotkan orang lain. Setelah menikahi seorang gadis Bali Ketut Wiriani rupanya kehidupannya mulai membaik, ia sempat bekerja di perusahaan air minum kemasan sampai jenjang supervisor marketing, tapi panggilan jiwa entrepreneur membuatnya memutuskan kembali ke Bali dan mulai berusaha dengan membuka Toko Sepeda Sinar Sintya yang dalam waktu singkat menjadi market leader di Denpasar dan sekitarnya. Tak puas dengan bisnis sepedanya Nyoman pun merambah usaha jual beli mobil bekas "Deno Motor" dan mendirikan studio rekaman Eka Pro-duction. Sayang usaha yang sudah berjalan baik berantakan di tengah jalan karena lepas kontrol akibat mondar mandir Jakarta Bali untuk mengurus bisnis lainnya.

Akhirnya Londen sekeluarga kembali ke Jakarta dan membantu usaha kakaknya di Edam Burger. Berkat kerja keras mereka bersama maka Edam Burger dikenal masyarakat luas sampai ke pelosok tanah air.

Berbekal pengalaman dan keyakinan bahwa pangsa pasar burger masih sangat luas maka langkah yang dilakukannya adalah membuat brand baru yakni Edola Burger.

***
prepared by Made Teddy Artiana

Monday, March 27, 2006

Kutipan dari Majalah Sukses, edisi November-Desember 2005, visi ini juga terdapat di buku Nyoman Londen "Siapa Berani Jadi Pengusaha-Modal Kecil Untung Besar"

"Pertama, saya ingin EDOLA harus bisa mengupayakan agar seluruh lapisan masyarakat memperoleh makanan yang bergizi dan higienis. Kedua, EDOLA juga harus bisa menjadi alat menciptkanan lapangan kerja baru, mengurangi jumlah pengangguran dan meningkatkan pendapatan. Ketiga, EDOLA juga harus bisa menciptakan pengusaha kecil dan menengah yang baru. Keempat, pola kemitraaan di EDOLA adalah menciptakan usaha mandiri dengan modal kecil untuk memeperoleh untung besar"

***

prepared by Made Teddy Artiana

Pernah dengar Edola Burger ? Bukan Idola, tapi Edola, ya Edola Burger milik Nyoman Londen, Sang Raja Burger. Jika belum..wajar Edola baru 10 bulan, ibaratnya seorang bayi, wah Edola sepertinya belum sanggup berjalan. Tapi, lain bayi lain pula Edola Burger, jika bayi manusia yang berumur 10 bulan itu pasti belum dapat berjalan, Edola burger baru 10 bulan sudah punya lebih dari 400 gerai !! Semuanya ini tidak akan pernah lepas dari "bidan" yang melahirkan Edola Burger itu sendiri. Nyoman Londen, nama yang unik. Bukan London, tapi Londen. Nyoman Londen, nama yang sering dikaitkan orang pada Edam Burger. Tidak salah memang, karena memang Edola burger dan Edam itu bersaudara. Tidak hanya bersaudara kandung, Nyoman Londen adalah salah satu key person suksesnya Edam di Indonesia. Nah ingin tahu Idola eh maaf Edola lebih lanjut ? Silakan ikuti kisah perjalanan Edola Burger.

Jika ada yang ingin Anda tanyakan langsung kepada Nyoman Londen, silakan kirimkan email ke nyoman_londen@yahoo.com


***
by Made Teddy Artiana